Jiwa Bela Negara Dengan Cara Humanis Semakin Dubutuhkan Menghadapi Potensi Disintegrasi Bangsa di Era Pandemi Covid-19

Jiwa Bela Negara Dengan Cara Humanis Semakin Dubutuhkan Menghadapi Potensi Disintegrasi Bangsa di Era Pandemi Covid-19

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI) Prof Dr Jon Pieter Sinaga MKes  mengatakan, sifat – sifat bernuansa alien (asing) yang bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia sesuai Pancasila sebagai ideologi negara sering muncul dalam kehidupan masyarakat Indonesia belakangan ini.

"Sifat -sifat alien  tersebut ditandai dengan merebaknya diskriminisasi, intoleransi, radikalisme dan sejenisnya yang tumbuh dan berkembang di bumi Nusantara. Dampak sifat-sifat terasing tersebut antara lain meningkatnya gangguan keamanan dan ancaman keutuhan berbangsa. Kemudian tantangan maupun hambatan dalam membangun keutuhan bangsa belakangan ini juga meningkat akibat sifat alien (terasing) tersebut,"”kata Prof Dr Jon Pieter Sinaga MKes dalam acara Webinar I Zoom yang dilaksanakan pada Sabtu (10/4/2021).

 

Menurut Prof Dr Jon Pieter Sinaga Mkes, berbagai masalah kehidupan yang ditimbulkan sifat-sifat alien masyarakat itu bisa menimbulkan disintegrasi bangsa. Kondisi demikian bisa menjadi pintu gerbang masuknya budaya asing maupun intervensi negara-negara asing. "Hal itu dipandang sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akibat adanya kelompok masyarakat yang memusuhi bangsanya sendiri. Untuk itu menghadapi ancaman disintegrasi bangsa itu sangat diperlukan jiwa Bela Negara dengan cara Humanis,”katanya.

 

Wabiner Zoom ini diprakarsai Prof Dr Jon Piter Sinaga yang juga pendiri sekaligu Ketua Umum FKBNI. Wabiner I yang berlangsung sukses ini dihadiri peserta 501 orang yang terdiri dari IAKMI 143 orang, Umum 341 orang, IDI 4 orang, Mahasiswa 10 orang, S1 272 orang, S2 65 orang, S3 9 orang, D3 5 orang, SLTP/SLTA 131 orang. Wabiner ini disiarkan langsung di Channel YouTube “ Mohammad Ungang” dengan Judul Serial diskusi FKBNI #1.

 

“Acara webinar ini diselenggarakan oleh Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI) yang dasar hukumnya telah sesuai dengan perundang undangan negara Republik Indonesia. Sebuah pembelajaran perubahan perilaku sosial dalam Program Bela Negara Humanis dengan issu strategis terintegrasi pada; Gerakan Humanisme Nusantara (GHN) ; Gerakan Sadar Hukum & HAM (GSN) ;  Gerakan Desa Sehat Nusantara (GDSN) ; dan Gerakan Sahabat Pohon Nusantara (GSPN),” kata Prof. Dr. Jon Piter Sinaga.

 

Menurutnya, Bela Negara dengan cara Humanis adalah suatu bentuk refleksi diri sebagai subyek sekaligus menjadi obyek dengan memandang secara bebas untuk mengelola potensi kehidupan dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas hidup orang lain.

 

Melalui sentuhan sosial sebagai sikap dan tindak nyata untuk dapat saling menghidupi, saling melindungi, dan saling menghormati dengan mengedepankan nilai-nilai harkat dan martabat kemanusian seutuhnya, tercermin pada ras atau etnis, suku, agama, dan budaya bangsa Indonesia maupun golongan yang ditujukan untuk ketahanan dan pertahanan negara.

 

“Maksud dan Tujuan. Maksud mengkaji dan membangun integrasi sosial dari semua tingkatan organisasi sosial bangsa Indonesia yang dimulai dari pembelajaran keluarga sebagai organisasi sosial terkecil, dan organisasi sosial budaya atas perbedaan Suku-Agama-Ras/Etnis-antargolongan maupun organisasi profesi dan Tujuan sebagai ketahanan dan pertahanan Negara,” terang Prof Dr Jon Piter Sinaga.

 

Disebutkan, sasaran komunitas dari setiap tingkatan sosial dan daerah/wilayah yang termarginalkan atau terisolasi dari jangkaun pembangunan terutama akibat dari gelombang kehidupan  trend globalisasi.

 

“Outputnya, mendarmabaktikan dirinya untuk Bela Negara secara Humanis (UU No.9/2009) yang tertuang dalam sebuah lembaran negara. Sedangkan Outcomenya Pembelajaran Bela Negara Humanis dapat dijadikan salah satu syarat peningkatan jenjang karier, jabatan dalam berbagai  pelayanan publik dan pada bentuk lainya,” tambah Prof Dr Jon Piter Sinaga.

 

“Terima Kasih kepada Presiden RI KE-7 Bapak Ir. H. Joko Widodo, yang telah berjuang dan berbakti pembangunan dari Daerah Pedesaan, dan kami berharap kiranya berkenan menjadikan Bela Negara Humanis menjadi sebuah Lembaran Negara dengan memperhatikan setiap orang yang mendarmabaktikan dirinya untuk Program Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI). Semoga Tuhan menolong dan memudahkan dan saya membuka acara wibinar ini dengan mengucapkan “Sekali Merdeka Tetap Merdeka, Sekali Humanis Tetap Humanis. Terima Kasih,” pungkas Prof Dr Jon Piter Sinaga.

 

Wabiner dengan Tema "Bela Negara Humanis di era Covid 19 Kesadaran Berbangsa dan Bernegara" berlangsung sejak Pukul Pukul 16.00 WIB hingga selesai.

 

Keynote Speaker pada Wabiner I (FKBNI) adalah Brigjen TNI Rufbin Marpaung, SIP,MM (KEMENPOLHUKAM RI). Sedangkan pembicara adalah 1. Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH (Tokoh Nasional Masyarakat Simangulun-Bupati Simalungun), 2. Prof. Dr. Zulkarnaen Lubis (Guru Besar Universitas Medan Area), 3. Destanul Aulia, SKM, MBA, MEc  Ph.D (Ketua IAKMI SUMUT) dan 4.  Hasan (Tjoa Tju San).

 

“Salam Humanis, Selamat Pagi dan Selamat hari Minggu. Sertifikat Kerjasama FKBNI dengan Kemenpolhukam RI bagi semua peserta sudah diterima dari email masing-masing dan Sertifikat kerjasama FKBNI dengan IAKMI menunggu sementara perbaikan data. Serta saya selaku inisiator program ini minta maaf bagi saudara saudaraku yang belum dapat menjadi peserta karena alasan kuota 500 orang yang masih kita sediakan harap maklum mari kita tunggu Webinar Seri II Issu Strategis BELA NEGARA  HUMANIS Salam Humanis,” ujar Prof. Dr. Jon Piter Sinaga. 

(Matra/Asenk Lee Saragih)

Peserta Seminar 1 FKBNI (10/04/2021)

 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI) Prof Dr Jon Pieter Sinaga MKes  mengatakan, sifat – sifat bernuansa alien (asing) yang bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia sesuai Pancasila sebagai ideologi negara sering muncul dalam kehidupan masyarakat Indonesia belakangan ini.

"Sifat -sifat alien  tersebut ditandai dengan merebaknya diskriminisasi, intoleransi, radikalisme dan sejenisnya yang tumbuh dan berkembang di bumi Nusantara. Dampak sifat-sifat terasing tersebut antara lain meningkatnya gangguan keamanan dan ancaman keutuhan berbangsa. Kemudian tantangan maupun hambatan dalam membangun keutuhan bangsa belakangan ini juga meningkat akibat sifat alien (terasing) tersebut,"”kata Prof Dr Jon Pieter Sinaga MKes dalam acara Webinar I Zoom yang dilaksanakan pada Sabtu (10/4/2021).

 

Menurut Prof Dr Jon Pieter Sinaga Mkes, berbagai masalah kehidupan yang ditimbulkan sifat-sifat alien masyarakat itu bisa menimbulkan disintegrasi bangsa. Kondisi demikian bisa menjadi pintu gerbang masuknya budaya asing maupun intervensi negara-negara asing. "Hal itu dipandang sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akibat adanya kelompok masyarakat yang memusuhi bangsanya sendiri. Untuk itu menghadapi ancaman disintegrasi bangsa itu sangat diperlukan jiwa Bela Negara dengan cara Humanis,”katanya.

 

Wabiner Zoom ini diprakarsai Prof Dr Jon Piter Sinaga yang juga pendiri sekaligu Ketua Umum FKBNI. Wabiner I yang berlangsung sukses ini dihadiri peserta 501 orang yang terdiri dari IAKMI 143 orang, Umum 341 orang, IDI 4 orang, Mahasiswa 10 orang, S1 272 orang, S2 65 orang, S3 9 orang, D3 5 orang, SLTP/SLTA 131 orang. Wabiner ini disiarkan langsung di Channel YouTube “ Mohammad Ungang” dengan Judul Serial diskusi FKBNI #1.

 

“Acara webinar ini diselenggarakan oleh Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI) yang dasar hukumnya telah sesuai dengan perundang undangan negara Republik Indonesia. Sebuah pembelajaran perubahan perilaku sosial dalam Program Bela Negara Humanis dengan issu strategis terintegrasi pada; Gerakan Humanisme Nusantara (GHN) ; Gerakan Sadar Hukum & HAM (GSN) ;  Gerakan Desa Sehat Nusantara (GDSN) ; dan Gerakan Sahabat Pohon Nusantara (GSPN),” kata Prof. Dr. Jon Piter Sinaga.

 

Menurutnya, Bela Negara dengan cara Humanis adalah suatu bentuk refleksi diri sebagai subyek sekaligus menjadi obyek dengan memandang secara bebas untuk mengelola potensi kehidupan dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas hidup orang lain.

 

Melalui sentuhan sosial sebagai sikap dan tindak nyata untuk dapat saling menghidupi, saling melindungi, dan saling menghormati dengan mengedepankan nilai-nilai harkat dan martabat kemanusian seutuhnya, tercermin pada ras atau etnis, suku, agama, dan budaya bangsa Indonesia maupun golongan yang ditujukan untuk ketahanan dan pertahanan negara.

 

“Maksud dan Tujuan. Maksud mengkaji dan membangun integrasi sosial dari semua tingkatan organisasi sosial bangsa Indonesia yang dimulai dari pembelajaran keluarga sebagai organisasi sosial terkecil, dan organisasi sosial budaya atas perbedaan Suku-Agama-Ras/Etnis-antargolongan maupun organisasi profesi dan Tujuan sebagai ketahanan dan pertahanan Negara,” terang Prof Dr Jon Piter Sinaga.

 

Disebutkan, sasaran komunitas dari setiap tingkatan sosial dan daerah/wilayah yang termarginalkan atau terisolasi dari jangkaun pembangunan terutama akibat dari gelombang kehidupan  trend globalisasi.

 

“Outputnya, mendarmabaktikan dirinya untuk Bela Negara secara Humanis (UU No.9/2009) yang tertuang dalam sebuah lembaran negara. Sedangkan Outcomenya Pembelajaran Bela Negara Humanis dapat dijadikan salah satu syarat peningkatan jenjang karier, jabatan dalam berbagai  pelayanan publik dan pada bentuk lainya,” tambah Prof Dr Jon Piter Sinaga.

 

“Terima Kasih kepada Presiden RI KE-7 Bapak Ir. H. Joko Widodo, yang telah berjuang dan berbakti pembangunan dari Daerah Pedesaan, dan kami berharap kiranya berkenan menjadikan Bela Negara Humanis menjadi sebuah Lembaran Negara dengan memperhatikan setiap orang yang mendarmabaktikan dirinya untuk Program Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI). Semoga Tuhan menolong dan memudahkan dan saya membuka acara wibinar ini dengan mengucapkan “Sekali Merdeka Tetap Merdeka, Sekali Humanis Tetap Humanis. Terima Kasih,” pungkas Prof Dr Jon Piter Sinaga.

 

Wabiner dengan Tema "Bela Negara Humanis di era Covid 19 Kesadaran Berbangsa dan Bernegara" berlangsung sejak Pukul Pukul 16.00 WIB hingga selesai.

 

Keynote Speaker pada Wabiner I (FKBNI) adalah Brigjen TNI Rufbin Marpaung, SIP,MM (KEMENPOLHUKAM RI). Sedangkan pembicara adalah 1. Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH (Tokoh Nasional Masyarakat Simangulun-Bupati Simalungun), 2. Prof. Dr. Zulkarnaen Lubis (Guru Besar Universitas Medan Area), 3. Destanul Aulia, SKM, MBA, MEc  Ph.D (Ketua IAKMI SUMUT) dan 4.  Hasan (Tjoa Tju San).

 

“Salam Humanis, Selamat Pagi dan Selamat hari Minggu. Sertifikat Kerjasama FKBNI dengan Kemenpolhukam RI bagi semua peserta sudah diterima dari email masing-masing dan Sertifikat kerjasama FKBNI dengan IAKMI menunggu sementara perbaikan data. Serta saya selaku inisiator program ini minta maaf bagi saudara saudaraku yang belum dapat menjadi peserta karena alasan kuota 500 orang yang masih kita sediakan harap maklum mari kita tunggu Webinar Seri II Issu Strategis BELA NEGARA  HUMANIS Salam Humanis,” ujar Prof. Dr. Jon Piter Sinaga. 

(Matra/Asenk Lee Saragih)

Peserta Seminar 1 FKBNI (10/04/2021)

 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI) Prof Dr Jon Pieter Sinaga MKes  mengatakan, sifat – sifat bernuansa alien (asing) yang bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia sesuai Pancasila sebagai ideologi negara sering muncul dalam kehidupan masyarakat Indonesia belakangan ini.

"Sifat -sifat alien  tersebut ditandai dengan merebaknya diskriminisasi, intoleransi, radikalisme dan sejenisnya yang tumbuh dan berkembang di bumi Nusantara. Dampak sifat-sifat terasing tersebut antara lain meningkatnya gangguan keamanan dan ancaman keutuhan berbangsa. Kemudian tantangan maupun hambatan dalam membangun keutuhan bangsa belakangan ini juga meningkat akibat sifat alien (terasing) tersebut,"”kata Prof Dr Jon Pieter Sinaga MKes dalam acara Webinar I Zoom yang dilaksanakan pada Sabtu (10/4/2021).

 

Menurut Prof Dr Jon Pieter Sinaga Mkes, berbagai masalah kehidupan yang ditimbulkan sifat-sifat alien masyarakat itu bisa menimbulkan disintegrasi bangsa. Kondisi demikian bisa menjadi pintu gerbang masuknya budaya asing maupun intervensi negara-negara asing. "Hal itu dipandang sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akibat adanya kelompok masyarakat yang memusuhi bangsanya sendiri. Untuk itu menghadapi ancaman disintegrasi bangsa itu sangat diperlukan jiwa Bela Negara dengan cara Humanis,”katanya.

 

Wabiner Zoom ini diprakarsai Prof Dr Jon Piter Sinaga yang juga pendiri sekaligu Ketua Umum FKBNI. Wabiner I yang berlangsung sukses ini dihadiri peserta 501 orang yang terdiri dari IAKMI 143 orang, Umum 341 orang, IDI 4 orang, Mahasiswa 10 orang, S1 272 orang, S2 65 orang, S3 9 orang, D3 5 orang, SLTP/SLTA 131 orang. Wabiner ini disiarkan langsung di Channel YouTube “ Mohammad Ungang” dengan Judul Serial diskusi FKBNI #1.

 

“Acara webinar ini diselenggarakan oleh Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI) yang dasar hukumnya telah sesuai dengan perundang undangan negara Republik Indonesia. Sebuah pembelajaran perubahan perilaku sosial dalam Program Bela Negara Humanis dengan issu strategis terintegrasi pada; Gerakan Humanisme Nusantara (GHN) ; Gerakan Sadar Hukum & HAM (GSN) ;  Gerakan Desa Sehat Nusantara (GDSN) ; dan Gerakan Sahabat Pohon Nusantara (GSPN),” kata Prof. Dr. Jon Piter Sinaga.

 

Menurutnya, Bela Negara dengan cara Humanis adalah suatu bentuk refleksi diri sebagai subyek sekaligus menjadi obyek dengan memandang secara bebas untuk mengelola potensi kehidupan dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas hidup orang lain.

 

Melalui sentuhan sosial sebagai sikap dan tindak nyata untuk dapat saling menghidupi, saling melindungi, dan saling menghormati dengan mengedepankan nilai-nilai harkat dan martabat kemanusian seutuhnya, tercermin pada ras atau etnis, suku, agama, dan budaya bangsa Indonesia maupun golongan yang ditujukan untuk ketahanan dan pertahanan negara.

 

“Maksud dan Tujuan. Maksud mengkaji dan membangun integrasi sosial dari semua tingkatan organisasi sosial bangsa Indonesia yang dimulai dari pembelajaran keluarga sebagai organisasi sosial terkecil, dan organisasi sosial budaya atas perbedaan Suku-Agama-Ras/Etnis-antargolongan maupun organisasi profesi dan Tujuan sebagai ketahanan dan pertahanan Negara,” terang Prof Dr Jon Piter Sinaga.

 

Disebutkan, sasaran komunitas dari setiap tingkatan sosial dan daerah/wilayah yang termarginalkan atau terisolasi dari jangkaun pembangunan terutama akibat dari gelombang kehidupan  trend globalisasi.

 

“Outputnya, mendarmabaktikan dirinya untuk Bela Negara secara Humanis (UU No.9/2009) yang tertuang dalam sebuah lembaran negara. Sedangkan Outcomenya Pembelajaran Bela Negara Humanis dapat dijadikan salah satu syarat peningkatan jenjang karier, jabatan dalam berbagai  pelayanan publik dan pada bentuk lainya,” tambah Prof Dr Jon Piter Sinaga.

 

“Terima Kasih kepada Presiden RI KE-7 Bapak Ir. H. Joko Widodo, yang telah berjuang dan berbakti pembangunan dari Daerah Pedesaan, dan kami berharap kiranya berkenan menjadikan Bela Negara Humanis menjadi sebuah Lembaran Negara dengan memperhatikan setiap orang yang mendarmabaktikan dirinya untuk Program Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI). Semoga Tuhan menolong dan memudahkan dan saya membuka acara wibinar ini dengan mengucapkan “Sekali Merdeka Tetap Merdeka, Sekali Humanis Tetap Humanis. Terima Kasih,” pungkas Prof Dr Jon Piter Sinaga.

 

Wabiner dengan Tema "Bela Negara Humanis di era Covid 19 Kesadaran Berbangsa dan Bernegara" berlangsung sejak Pukul Pukul 16.00 WIB hingga selesai.

 

Keynote Speaker pada Wabiner I (FKBNI) adalah Brigjen TNI Rufbin Marpaung, SIP,MM (KEMENPOLHUKAM RI). Sedangkan pembicara adalah 1. Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH (Tokoh Nasional Masyarakat Simangulun-Bupati Simalungun), 2. Prof. Dr. Zulkarnaen Lubis (Guru Besar Universitas Medan Area), 3. Destanul Aulia, SKM, MBA, MEc  Ph.D (Ketua IAKMI SUMUT) dan 4.  Hasan (Tjoa Tju San).

 

“Salam Humanis, Selamat Pagi dan Selamat hari Minggu. Sertifikat Kerjasama FKBNI dengan Kemenpolhukam RI bagi semua peserta sudah diterima dari email masing-masing dan Sertifikat kerjasama FKBNI dengan IAKMI menunggu sementara perbaikan data. Serta saya selaku inisiator program ini minta maaf bagi saudara saudaraku yang belum dapat menjadi peserta karena alasan kuota 500 orang yang masih kita sediakan harap maklum mari kita tunggu Webinar Seri II Issu Strategis BELA NEGARA  HUMANIS Salam Humanis,” ujar Prof. Dr. Jon Piter Sinaga. 

(Matra/Asenk Lee Saragih)

Peserta Seminar 1 FKBNI (10/04/2021)

FKBNI Sumsel Gelar Webinar Bersertifikat Nasional

FKBNI Sumsel Gelar Webinar Bersertifikat Nasional

Forum Komunitas Bela Nusnatara Indonesia (FKBNI) DPW Provinsi Sumatera Selatan berhasil melaksanakan Webinar Nasional dengan menghadirkan 5 (orang) Guru Besar sebagai keynote speaker dan moderatori Puput Si Duta Komunikasi tahun 2018.

Adapun narasumber tersebut yakni Prof. Jon Piter Sinaga Guru Besar Kesehatan masyarakat yang juga pendiri dan Ketua Umum DPP FKBNI Nasional, Prof. Rukmina Gunibala Guru Besar ilmu Sosiologi Ketua DPW FKBNI Sulawesi Utara, Prof. Frans Salesman Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Ketua DPD FKBNI Nusa Tenggara Timur, Prof. Dr. Robet Sibarani guru besar Antropolinguistik dari DPP FKBNI dan Prof. Syamsurizal Tan Guru Besar Ilmu Ekonomi Bisnis Ketua FKBNI Jambi.

Sedangkan, narasumber lokal antara lain Mayor TNI Zainubi wakil ketua FKBNI Sumsel, Eko Januar, S.IP, M.Si Akademisi Muda FISIP Universitas Sriwijaya, dan Haris SE tokoh Masyarakat Sumsel.

Ketua DPW FKBNi Sumatera Selatan Dr Andries Lionardo MSi mengatakan webinar ini merupakan upaya memperkuat pendidikan Spirit bela nusantara Indonesia bagi seluruh warga negara dari sabang sampai Merauke ditengah masa-masa sulut Pandemi covid 19.

“Rumusan hasil webinar menyimpulkan bahwa setiap elemen harus memiliki spirit humanis bela negara walau ditengah kondisi pandemi covid 19 yang sedang melanda Republik Indonesia tercinta ini,” kata Andries kepada media, Kamis (21/5).

Dikatakan, multiefek perubahan di semua sendi-sendi kehidupan yaitu berupa pergesaran prilaku dan tata kelola sektor publik baik kesehatah, ekonomi, pendidikan, budaya, agama dan sosial kemasyarakatan lainnya harus melahirkan kebijakan publik yang unggul di masa yang akan datang.

“Webinar ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari Sabang sampai Merauke

[wpcharts type="piechart" bgcolor="red:gray:yellow,blue:gray:yellow,random:gray:yellow,purple:gray:yellow" legend="false" titles="Title 1, Title 2, Title 3, Title 4" values="3,7,5,12"]

Penanaman Pohon di Simalungun

Penanaman Pohon di Simalungun

Ketum FKBNI/Ketua 1 PPTSB Pusat Prof.Dr. Jon Piter Sinaga, PT Serayu Makmur Kayuindo dan Pemda Mou Dalam Penanaman Pohon di Simalungun
Memajukan suatu daerah lewat kesejahteraan masyarakatnya tentunya tidak terlepas dari taraf perekonomian masyarakat di daerah tersebut karena itu, berbagai upaya serta potensi yang ada dilakukan pemerintah untuk mencapainya seperti menggandeng pihak swasta, investor maupun tenaga-tenaga profesional untuk dapat diajak bekerjasama.

Seperti salah satu contoh terobosan baru di Kabupaten Simalungun yakni, rencana gerakan penanaman pohon tumpang sari palawija di Simalungun yang diprakarsai Prof. Dr. Jon Piter Sinaga selaku Ketum FKBNI (Forum Komunitas Bela Negara Nusantara Indonesia)/ Ketua 1 PPTSB Pusat bekerjasama dengan PT Serayu Makmur Kayuindo dan Pemerintah daerah Simalungun dan dengan FKBNI Kabupaten Simalungun diharapkan lewat program ini kedepannya sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Simalungun dan juga terobosan ini merupakan suatu ibadah yang sangat nyata dalam mengentaskan kemiskinan serta  memajukan masyarakat Simalungun. Termasuk juga didalamnya masyarakat PPTSB (Parsadaan Punguan Toga Sinaga Boru/Bere) khususnya yang bermukim di Simalungun dapat menikmati hasil dari terobosan tersebut. Untuk itu, diharapkan juga agar dapat memanfaatkan lahan tidur yang ada diolah menjadi menjadi lahan yang produktif.
Pertemuan rapat dan bincang-bincang bersama FKBNI dan Pimpinan dan Staf PT. Serayu Makmur Kayuindo Bapak Hasan serta PPTSB Simalungun yang juga dihadiri Bapak Amran Sinaga selaku ketua Cabang PPTSB dan Wakil Bupati Simalungun dan Drs. Wasin Sinaga. MH. Kadis kominfo Kab. Simalungun serta Bapak Hasan Selaku Pimpinan di PT Serayu Makmur Kayuindo. Dalam pertemuan ini dijelaskan bahwa PT. Serayu Makmur Kayuindo akan memberikan bibit pohon dan pupuk kepada kelompok tani serta hasil panen dan nantinya PT. Serayu Makmur Indokayuindo akan menampung hasil panen tersebut dan kedepannya,  setelah kelihatan hasil tanamnya PT. Serayu berencana akan membangun pabrik pengolahan kayu di Simalungun untuk menampung hasil panen masyarakat yang kesemuanya  bertujuan untuk ikut berperan dalam mensejahterakan rakyat petani khususnya di Kabupaten Simalungun.
Salah satu konsep Pak Hasan General Manager PT. Serayu Makmur Kayuindo kepada peserta rapat  yakni “Rahasia Bisnis Menanam Pohon Menuai Untung Besar Sambil Ibadah” yang mana nantinya , dijelaskan Pak Hasan, hasil dari lahan 1 hektar selama 3 tahun bisa menghasilkan 1s/d 3 miliar dan bila dipanen 1 s/d 7 tahun bisa menghasilkan 7 miliar, tergantung dari perawatan.
Yang mana program ini juga nantinya direncanakan akan menjadi salah satu  program Pemkab Simalungun dalam mensejahterakan masyarakatnya termasuk juga keluarga besar PPTSB yang menggantungkan hidupnya dari pertanian dan bermukim di wilayah kabupaten Simalungun.

Sebelumnya, dari Survei lahan di daerah Raya Simalungun untuk persemaian pembibitan seluas 70 hektar, survei lahan didampingi Bapak Drs Wasin Sinaga. MH. Kadis kominfo Kab. Simalungun/Sekretaris PPTSB Cab. Kab. Simalungun.

Sehari sebelum menuju Kabupaten Simalungun, Bapak Prof Dr. Jon Piter dengan Pengusaha/Pemilik PT. Serayu Makmur Indokayu Bapak Hasan dan stafnya mengadakan pertemuan di kopi resto Jl.Tngku Daud Medan, membahas rencana penanaman kayu di kabupaten Simalungun. (Arendy Sinaga)

DPW FKBNI Sumsel Gelar Webinar “Spirit Humanis Bela Nusantara di Tengah Pandemi Covid-19”

DPW FKBNI Sumsel Gelar Webinar “Spirit Humanis Bela Nusantara di Tengah Pandemi Covid-19”

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI) Sumatera Selatan (Sumsel) sukses menggelar webinar atau seminar online secara nasional yg dihadiri hampir seluruh Provinsi di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Rabu (20/5/2020). Webinar tersebut mengambil tema “Belajar Dari Covid-19 : Spirit Humanis Taat Azaz Bela Nusantara Indonesia di Tengah Pandemik Virus Corona”. Acara dibuka oleh Wakil Ketua Tiga FKBNI Sumsel Tugan Siahan SH, MH. Ketua DPW FKBNI SUMSEL Dr. Andries Lionardo, S.IP., M.Si. menjelaskan bahwa pelaksanaan Webinar berawal dari kondisi pandemi dengan mewabahnya Virus Corona atau Covid-19 yang melanda tidak hanya di Indonesia namun melanda ke seluruh negara di dunia saat ini. Kondisi tersebut membuat sebagian besar manusia semakin takut dan gelisah serta panik, apalagi kalau dilihat dalam pemberitaan yang tersebar di lini media massa dan media sosial hari ini menunjukan betapa berbahayanya Virus Corona. Rumusan seminar menyimpulkan bahwa kondisi pandemi Covid-19 ini pasti memberikan multiefek perubahan ke semua sendi-sendi kehidupan seperti pergeseran prilaku dan tata kelola di semua sektor baik kesehatan, ekonomi, pendidikan, budaya, agama dan sosial kemasyarakatan lainnya. “Sebagai anak bangsa dengan segala energi yang dimiliki, tentu kita dapat berkontribusi dengan cara mentransfer energi dan kekuatan tersebut di tengah-tengah masyarakat dengan menebar rasa optimisme dan harapan yang mungkin bisa kita petik dari konsisi pandemi ini,” ujar Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) tersebut. Lebih lanjut jelasnya, energi dan kekuatan dalam menghadapi Covid-19 dapat saja berupa spirit bela nusantara yang dapat kita tunjukan kepada masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk menemukan relevansinya untuk dibahas. Pemateri dalam Webinar ini sendiri berasal dari beragam sudut pandang ilmu yang disampaikan oleh para guru besar, akademisi muda dan para tokoh-tokoh masyarakat diantaranya adalah :
  1. Prof. DR. Jon Fiter, M.Kes dan Prof. DR. Frans Salesman, SE., M.Kes (Guru Besar Kesehatan Masyarakat) dengan tinjauan spirit bela negara secara umum dan dari sisi kesehatan masyarakat.
  2. Prof. DR. Syamsurizal Tan, MA akan membahas dari sisi perubahan dan Gejolak Ekonomi di Era Covid 19 (Butuh Refocusing Anggaran dan Komitmen).
  3. Prof. DR. Dra. Rukmina Gonibala, M.Si akan memberikan tinjauan dari sisi sosiologis, berupa perubahan sosial apa yang terdampak pandemi ini dan prediksi situasi sosial pasca pandemik .
  4. Prof. DR. Robert Sibarani, MS akan membahas dan memberikan pandangan dari sisi Antropoligustik,
  5. Mayor. Zainubbi (Wakil Ketua FKBNI Sumsel) Akan membahas dan memberikan pandangan dari sisi tantangan Keamananan Nasional ditengah Covid-19 serta upaya-upaya apa yang perlu disiapkan dalam situasi pandemik ini.
  6. Haris, SE (Tokoh Walubi Sumsel) akan memberikan tinjauan dari sisi sosial kemasyarakatan dan toleransi umat beragama ditengah pandemik.
  7. Januar Eko Aryansah, S.IP., M.Si (Akademisi FISIP UNSRI) akan memberikan tinjauan akademis seperti apa tantangan pemerintah dalam situasi ini dan perubahan tata kelola pemerintah (governansi) baru seperti apa dapat dipetik dari masa pandemi Covid 19 ini
Dalam prosesnya acara yang berjalan via Zoom meeting ini berdurasi hampir 3 jam dengan pembahasan yang santai dan serius yg di moderatori oleh Puput SU (Duta Komunikasi FISIP UNSRI 2018) serta sebagai operator acara adalah Hatta. M. Saleh, S.IP dan Event Manajer H. Antony Marten selaku Sekjen FKBNI Sumsel. Prof. Dr. Jon Piter, M. Kes sebagai Ketua Umum DPP FKBNI mengharapkan dengan terselenggaranya acara ini dapat menumbuhkan kepada masyarakat akan nilai-nilai nasionalisme dan taat kepada aturan dari pemerintah, menghadapi musibah Covid-19 dengan konsep humanisme yang dapat ditebarkan ke lingkungannya masing-masing. “Saya ucapkan terimakasih kepada panitia dan DPW FKBNI SUMSEL atas terselenggaranya acara ini.” ujarnya.