Gerakakan Humanisme Nusantara (GHN)

Kesenjangan sosial dan ekonomi sering muncul menjadi embrio pertikaian sosial, baik terjadi dalam bentuk konflik vertikal maupun konflik horizontal. Konflik itu diperburuk manakala rendahnya rasa kesadaran berbangsa dan bernegara dari setiap warga negara. Sebagai warga negara yang baik harus ikut bertanggung jawab atas interpretasi perundang-undangan, peraturan maupun pada hukum negaranya. Namun pada kenyataannya masih banyak dari warga negara tidak mampu menginterpretasikan perundang-undangan, peraturan,  hukum itu dalam dirinya sendiri yang dapat dijadikan sebagai role model bagi orang lain. Sebagaimana kita  ketahui Pancasila sebagai ideologi negara masih saja dipertentangkan oleh seseorang atau kelompok masyarakat tertentu, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara seakan tidak diakui, kedudukan UUD 1945 seakan dimandulkan oleh komunitas atau kelompok masyarakat tertentu. Dalam kerangka permasalahan nasional itulah dibutuhkan Gerakan Humanisme Nusantara (GHN) untuk mengembalikan setiap warga negara Indonesia sadar akan nila-nilai luhur bangsa dengan menjiwai hakikat Kemerdekaan 1945, Sumpah Pemuda 1928 dan 4 Pilar bangsa. Pendekatan Silaturahmi Nusantara itu dipandang dapat mencegah disintegrasi bangsa agar terhidar dari berbagai konflik yang berimplikasi pada perang saudara sebagaimana telah banyak tejadi diberbagai negara belahan dunia.

  • Kompetensi dasar

Mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam segala bentuk pelayanan publik akan lebih mudah menerima Silaturahmi Nusantara bagi semua tingkatan komunitas sosial, baik komunitas atau kelompok masyarakat yang terbentuk atas pluralitas bangsa, dan maupun komunitas yang terbentuk atas profesi/nonprofesi serta penggolongan masyarakat lainnya.

  • Tujuan

Mencanangkan Silaturahmi Nusantara bagi setiap lapisan masyarakat atau bagi setiap anggota kelompok masyarakat, baik sebagai seorang pemimpin dan atau bagi sebagai warga negara yang kepribadian humanis.

  • Pendekatan

Melakukan pembelajaran tentang nilai-nilai luhur sejarah perjuangan nusantara Indonesia untuk tercapainya kesadaran, bermasyarakat berbangsa dan bernegara pada seluruh lapisan masyarakat dengan menjadikan Desa atau Kelurahan, lembaga-lembaga pendidikan, sosial dan budaya sebagai poros kegiatan peningkatan Silaturahmi Nusantara.

  • Indikator Keberhasilan

Terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat humanis yang saling melindungi, saling menghidupi, dan saling menghormati sesuai nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagai implementasi Silaturahmi Nusantara merajut kebersamaan.

  • Media Pembelajaran
    • Pendidikan dan latihan kehidupan humanis
    • Simulasi Silaturahmi Nusantara dengan dialog kehidupan humanis
    • ON AIR : Medsos/Program TV Pusat dan Daerah
    • OFF AIR : Media Lapangan
    • Media Cetak : Alat Peraga
  • Capaian

Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran dari kelompok masyarakat dengan anggota-anggotanya tidak membeda-bedakan dalam segala bentuk pelayanan publik dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

  • Sasaran
    • Komunitas atau lembaga-lembaga pendidikan, sosial dan budaya
    • Komunitas atau lembaga-lembaga pemerintahan dan penyelenggara negara